Unsur-Unsur Waisnawa Yang terdapat Dalam Saiwa Siddhanta

Unsur-Unsur Waisnawa

Yang terdapat Dalam

Saiwa Siddhanta

 

Oleh :

I GUSTI NGURAH AGUNG SANDY WARMAN,S.Pd.H

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Setiap kita lihat pelaksanaan Upacara Agama yang dielenggarakan di Bali,kita selalu merasakan takjub terhadap warna-warni penyelenggaraannya.Kita mungkin saja selalu bertanya-tanya mengenai hal adanya pelaksanaan upacara yang demikian kaya akan tradisi.

Bukankah dalam Weda disebutkan bahwa untuk menunjukan rasa bhakti kehadapan Brahman/Ida Sang Hyang Widhi Wasa cukup dengan mempersembahkan toyam phalam puspam (air,buah,bunga)saja.Tapi di Bali kita lihat bahwa pelaksana upacara agama selalu menggunakan upakara.

Kata upakara berasal dari 2 kata yaitu upa dan kara,upa berarti dekat dan kara berarti sarana.jadi upakara berarti sarana untuk mendekatkan diri kehadapan Hyang Widhi.Dan di Bali telah menjadi tradisi bahwa sarana yang digunakan dalam menunjukan bhakti kepada Hyang Widhi adalah Banten,Dimana Banten berati Bali/wali atau kembali.Semua yang ada didunia adalah anugerah dari Hyang Widhi dan sebagai manusia kita patut bersyukur dengan kembali menghaturkan persembahan kehadapan Hyang Widhi Wasa(siwa).

Dalam membuat upakara sebagai persembahan tidaklah menyimpang dari ajaran Weda karena sesungguhnya Banten itu merupakan pengejawantahan dari weda dan setiap bagian yang ada pada banten merupakan simbol daripada mantra-mantra yang mengantarkan sembah bhakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dilihat dari bentuk pelaksanaan upacara agama Hindu di Bali dan dari Sarana yang digunakan disebutkan bahwa Agama Hindu Di Bali menganut ajaran Saiwa Siddhanta.Sebelum menganut ajaran ini,di Bali terdapat beberapa sekta yang berkembang.

Dalam lontar Sad Agama disebutkan ada 6 sekta,yaitu:

1.sekta Sambhu

2.sekta Brahma

3.sekta Indra

4.sekta Bayu

5.sekta Wisnu

6.sekta Kala

Dalam Lontar Siwa Sasana disebutkan terdapat 7 sekta,yaitu:

1.sekta Siwa Siddhanta

2.sekta Siwa Pasapata

3.sekta Siwa Waisnawa

4.sekta Siwa Lepaka

5.sekta Siwa Canaka

6.sekta Siwa Ratna Hara

7. sekta Siwa Sambhu.

Dr.R.Goris (1926) menyebutkan bahwa di Bali terdapat 9 jenis sekta yaitu :

1.Sekta Saiwa Siddhanta

2.sekta Pasupata

3.sekta Bhairawa

4.sekta Wesnawa

5.sekta Bodha ( sogata )

6.sekta Brahmana

7.sekta Rsi

8.Sekta Sora / Surya

9.Sekta Gana Patya.

Kesemua jenis sekta ini merupakan unsur yang membangun siwa siddhanta.Hal ini dapat dilihat dari jenis upakara yang dipergunakan upacara yang dilakukan yang merangkul semua jenis sekta itu,contohnya ajaran sekta bhairawa terlihat dalam sarana yang digunakan yang berupa arak berem,tabuh rah.Kemudian pemakaian dupa yang merupakan ajaran dari sekta brahma.Lalu yang menjadi pertanyaan adalah unsur-unsur apa saja yang berkaitan dengan ajaran waisnawa dalam saiwa siddhanta?.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Unsur-Unsur Waisnawa Yang terdapat Dalam Saiwa Siddhanta

 

Untuk melihat unsur-unsur Waisnawa yang terdapat dalam Saiwa Siddhanta perlu kiranya kita lihat dari 2 sisi,yaitu : Upakara dan Upacara.Dibawah ini akan penulis uraikan unsur-unsur Waisnawa dalam dua sisi tersebut.

1.Upakara

Dalam upakara dapat dilihat bahwa unsur-unsur Waisnawa ada pada penggunaan :

a.Sesayut Agung,bentuknya:memakai aled/alas sesayut,tumpeng agung yang dipuncaknya memakai telur itik direbus 1,4 kwangen,4 bunga yang berwarna hitam,pada saat dihaturkan bertempatkan di utara.Bentuk sesayut ini menggambarkan ciri-ciri dari Wisnu yang merupakan Dewa yang dipuja dalam sekta waisnawa.

b.Sesayut Ratu Agung,bentuknya:Menggunakan tiga nasi tumpeng dengan puncaknya diisi satu buah telur itik,Bunga cempaka yang ditempatkan pada empat penjuru mengelilingi tumpeng,dua kwangen disandarkan pada tumpeng,dua tulung,sasangahan sarwa galahan,sodan woh,berbagai jenis buah-buahan.Dipersembahkan pada Dewa Wisnu.

c.Canang Genten,bentuknya : memakai alas yang berupa ceper atau yang berupa reringgitan,disusun dengan plawa(daun),Porosan yang berupa sedah berisi apuh dan jambe diikat dengan tali porosan,disusun dengan tempat minyak,bunga dan pandan arum yang bermakna penyatuan pikiran yang suci untuk sujud bhakti kehadapan Hyang Widhi dalam wujudnya sebagai Brahma Wisnu dan Iswara.

d.Banten Pula Gembal;Terdapat beberapa bagian yang mewakili wisnu diantaranya adalah terdapat jajan yang menggambarkan senjata dan salah satunya adalah senjata cakra yang merupakan senjatanya Dewa Wisnu.adanya unsur waisnawa dipertegas lagi dalam puja Pula Gembal,yaitu

    “Om Ganapati ya namah swaha

     Om Ang brahma saraswat Dewaya Namah Swaha

     Om Ung Wisnu Sri Dewyo namah swaha

     Om Mang Iswara Uma Dewya namah swaha

     Om Om Rudra Rudga Dewya namah swaha

     Om Sri Guru Byo namah swaha”

e.Gayah Urip:mempergunakan seekor babi.diatas kepala babi tersebut ditancapkan sembilan jenis sate yang berbentuk senjata,yang penempatannya sesuai dengan pengideran dewata nawa sanga.salah satu dari sate tersebut berbentuk cakra (senjata Dewa Wisnu) dengan puncaknya Amparu ditancapkan disebelah utara (Untram).

f.Tirta:hampir disetiap upacara menggunakan tirta yang terbuat dari yang telah disucikan.Air merupakan lambang dari Dewa Wisnu.

g.Banten catur rebah : pada banten ini salah satunya menggunakan biyu lurut 4 bulih,diletakan diutara sebagai simbol Dewa Wisnu.

2.Upacara

Dalam upacara dapat dilihat bahwa unsur-unsur Waisnawa ada pada Bentuk upacara seperti dibawah ini :

a.Upacara Mapag Yeh : dilakukan oleh para krama subak yeh yang ditujukan kepada Dewa Wisnu.

b.Mabyukukung : menggunakan upakara berupa banten dapetan penyeneng,jerimpen,pangambyan,sodan,canang,raka putih kuning,toya anyar mawadah sibuh yang berisi muncuk daun dapdap.Yang dipuja adalah Hyang Sri Laksmi yang merupakan saktinya Dewa Wisnu.

c.Upacara yang dilakukan pada saat menanam padi:dilaksanakan pada sasih kaulu,kesanga,dan kedasa Dengan menggunakan segehan nasi kepalan berwarna hitam,ikan serba hitam,buah yang berwarna hitam,masawen (sawen=penanda) dengan kayu yang berwarna Hitam.Yang disembah atau dipuja adalah Hyang Guru Wisnu.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Sesuai dengan uraian pada Bab Pembahsan diatas,penulis dapat memberikan kesimpulan bahwa

unsur-unsur Waisnawa yang terdapat dalam Saiwa Siddhanta dapat kita lihat dari 2 sisi,yaitu : Upakara dan Upacara

-Pada upakara unsur-unsur Waisnawa terdapat dalam ;Sesayut Agung,Sesayut Ratu Agung,Canang Genten,Banten Pula Gembal,Gayah Urip,Tirta,Banten catur rebah .

-Pada upakara unsur-unsur Waisnawa terdapat dalam : Upacara Mapag Yeh, Upacara Mabyukukung,Upacara yang dilakukan pada saat menanam padi.


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s